Minggu, 08 Juli 2012

Suzuki Satria FU 150 Spesifikasi



SPESIFIKASI TEKNIS :

DIMENSI :
Panjang Keseluruhan : 1.940 mm
Lebar keseluruhan : 652 mm
Tinggi keseluruhan : 941 mm
Jarak Antara As Roda : 1.280 mm
Tinggi tempat duduk : 764 mm
Jarak Mesin ke Tanah : 140 mm
Berat Kosong : 95 Kg

MESIN :
Tipe : 4 Tak, DOHC 4 Valve, Air Cooled with SACS
Jumlah Silinder : 1 (satu)
Diameter Silinder : 62 mm
Langkah Piston : 48.8 mm
Kapasitas Silinder : 147.3 cm3
Perbandingan Kompresi : 10.2 : 1
Daya Maksimun : 16.0 Ps / 9.500 rpm
Torsi Maksimum : 1.27 kgm / 8.500 rpm
Karburator : MIKUNI BS 26-187
Saringan Udara : Jenis Kertas
Sistem Starter : Kaki
Sistem Pelumasan : Peredaman Oli

TRANSMISI :
Kopling : Manual Plat majemuk tipe basah
Transmisi : 6 speed constant mesh
Arah perpindahan gigi : 1 ke bawah, 5 ke atas
Rantai penggerak : DID 428 DS, 122 mata

RANGKA :
Suspensi Depan : Teleskopik, pegas spiral, bantalan oli
Suspensi Belakang : Lengan ayun, pegas spiral, bantalan oli
Sudut Setir : 45 derajat (kanan & kiri)
Radius Putar : 2.0 m
Rem Depan : Cakram
Rem Belakang : Cakram
Ukuran Roda Depan : 70/90 – 17 38S
Ukuran Roda Belakang : 80/90 – 17 44S
SISTEM LISTRIK :
Sistem pengapian : CDI
Busi : NGK CR8E atau Denso U24ESR-N
Accu : 12 Volt 2.5 Ah 10 HR

KAPASITAS :
Tangki bahan bakar : 4.9 liter
Oli mesin : 1.000 ml
Dengan penggantian saringan oli : 1.100 ml

SUZUKI SATRIA DARI MASA KE MASA

Sudah barang tentu jika kita semua menobatkan Suzuki Satria FU 150 sebagai sepeda motor berjenis cub paling kencang dimuka bumi. Dengan teknologi DOHC’nya mampu memuntahkan tenaga 16 daya kuda pada kitiran mesin 9.500rpm, bukan merupakan bebek biasa dikelasnya…iya kan?. Menganut model design bebek jantan atau lebih familiarnya dipanggil ayam jago, motor yang pertama kali wara-wiri dijalanan negeri kita pada tahun 2004 silam, memang bisa dikatakan…”tidak ada matinya!!”.

Suzuki RC 100 Sprinter.
Ngomong-ngomong soal model design ayam jago (ayago), pabrikan Suzuki bisa dikatakan salah satu yang tertua dalam mengeluarkan produk sejenis. Tengok saja Suzuki Sprinter yang pernah nge’pop diera akhir 80′an lampau. Merupakan bukti bahwa salah satu pabrikan The Big Four Jepang yang duluan pernah menggelontorkan sepeda motor jenis cub model ayago.
Lantas memasuki era millenium, Suzuki pun juga tidak mau dibilang miskin inovasi, karena pada waktu itu slogan ‘inovasi tiada henti’ merupakan tagline yang selalu didengungkan ditiap info komersial pada semua produk-produknya, dan dalam hal ini khususnya produk roda dua. Menjelang beberapa tahun sebelum berganti abad menuju era millenium baru tahun 2000, pabrikan berlambang huruf S ini memproduksi motor ayago pertama setelah era 80′an berakhir.

Suzuki Akira RU 120.
Suzuki Akira RU 120, keluar hanya dibeberapa negara terbatas. Untuk wilayah Asean sendiri, tercatat hanya publik Vietnam lah yang berkesempatan merasakan sensasi motor ini. Bikers dinegara sekelas Thailand yang merupakan kiblat dari motor-motor kompetisi jenis ayago saja tidak kebagian jatah mencicipi aroma tengik asap knalpot 2 taknya. Ya…2 tak, motor ini memang mengambil basis mesin dari Suzuki Satria 120 S (non kopling + 5 percepatan), jadi kalau ditanya soal detail spek, silahkan tengok sendiri spesifikasi mesin motor bebek bermesin tegak pertama di Indonesia tersebut.


Suzuki Stinger 120.
Melanjutkan kesuksesan Akira 120 dipasar domestik. Pabrikan Suzuki Vietnam kembali lagi menelorkan ayago terseksi yang pernah dibuat, Suzuki Stinger 120 adalah produk sempurna bagi konsumen pecinta kecepatan dimasanya. Motor ini selain dijual di Vietnam juga diproduksi serta didistribusikan dinegara tetangga yakni Thailand. Dengan mengambil basis mesin dari Satria 120 RU yang dipersenjatai mesin tegak 120cc 2 stroke, serta mengadopsi 6 percepatan, siapa sich yang tidak tergoda untuk memilikinya?


Suzuki Raider 125.
Memasuki era millenium baru, kini pabrikan Suzuki yang bermarkas di Thailand melakukan inovasi baru. Setelah kesuksesan produk FX 125′nya, pihak pabrikan membuat terobosan dengan memperbaiki performa serta style design dari Suzuki FX 125. Suzuki Raider 125, merupakan jawaban dari antusiasme panjang para penikmat motor cepat dinegeri Gajah Putih. Dengan mengandalkan model ayago, Raider 125 nampak berlenggang asik dikelas bebek hyper undebone waktu itu. Masih sama seperti sang kakak, motor ini dipersenjatai dengan teknologi mesin DOHC bermesin 4 langkah.
Nampaknya motor-motor hyper cub dinegeri Thailand memang sedang gandrung dengan model ayago. Hal ini bisa ditelusur dari banyaknya pabrikan kompetitor semisal Honda dengan Nova seriesnya, Yamaha dengan 125z Tiara’nya, atau Kawasaki dengan Leo’nya yang mencoba bermain dikelas tersebut.

Suzuki RK-Cool 110.
Awal tahun 2000, dominasi motor 2 stroke memang berada pada ambang kegalauan, hal ini juga berimbas pada motor-motor berkubikasi kecil yang mengadopsi mesin 2 langkah. Untuk menetralisir kondisi tersebut, pihak pabrikan Suzuki Thailand kembali merilis saudara kembar Raider 125, yakni RK-Cool 110. Walaupun memiliki model yang bisa dibilang bak pinang dibelah dua, tapi teknologi mesin yang diusung pada RK-Cool jauh berbeda. Dengan dipersenjatai mesin 2 langkah, motor ini merupakan generasi terakhir dari bebek hyper underbone bergaya ayago dikelas yang sama. Karena setelahnya, motor-motor bermesin 2 langkah dari pabrikan Suzuki dilakukan stop produksi, berganti dengan teknologi ramah lingkungan, yakni 4 langkah.

Suzuki Raider 150.
Ditengah euforia para penikmat bebek ber DOHC, lagi-lagi pabrikan Suzuki Gajah Putih memuaskan selera pasar dengan mengeluarkan produk pembaharuan dari Raider 125, yakni Raider 150. Dengan tetap mengandalkan tongkrongan ayago yang dianggap mempunyai value lebih untuk menjual, maka motor ini berjaya dikelas segmentednya.

Suzuki Raider J 110.
Merasa sensitif atau tanggap akan teriakan pangsa pasar kelas bawah yang menginginkan motor ayago dengan harga terjangkau, seperti biasa, pabrikan Suzuki seolah tidak miskin inovasi. Sekarang giliran negara tetangga Thailand yakni Philipina. Melakukan bombardir produk kepasar low end publik domestik. Suzuki Raider J 110, merupakan jawaban produsen atas permintaan pasar jelata. Mengambil basis mesin dari motor yang bertajuk ‘Si gesit Irit’ alias Suzuki Smash 110, Raider J 110 memberikan option varian terbawah dari kasta ayago hyper underbone Suzuki.

Suzuki Raider R 150.
Selang beberapa waktu, seolah tahu prospek motor ayago selalu diminati pasar. Maka pihak pabrikan Suzuki Thailand lagi-lagi memfacelift varian Raider 150 nya dengean embel-embel huruf R yang mungkin kepanjangan dari Racing atau apalah saya juga kurang tahu. Seperti halnya ilmu facelift kebanyakan, ubahan baju adalah sasaran utama. Revisi legshield dirasa perlu untuk memperbaiki estetika body. Maka Raider 150 R yang kalau dinegeri kita disebut Satria FU 150, telah menjadi idola baru sebagai bebek hyper underbone pertama yang dipasarkan oleh pabrikan otomotif lokal yaitu Suzuki Indomobil. Bahkan tidak mengecewakan bagi pabrikan lokal dalam negeri (SIS), yang jelas-jelas angka penjualannya dari tahun ke tahun semakin membaik dan mendapat tempat dihati para pecintanya.
Refrensi : Suzuki Satria 150 On Facebook Group
Poskan Komentar