Wednesday, 4 June 2014

Fotografi Makro Dengan Bantuan Kaca Pembesar

Fotografi Makro Dengan Bantuan Kaca Pembesar

Pernahkah anda melihat sebuah foto binatang kecil seperti semut atau serangga yang tampak besar? atau foto bunga yang tampak detail? foto semacam itu di dalam dunia fotografi disebut sebagai foto makro. Secara definisi, foto makro kira-kira artinya adalah foto yang diambil dengan cara yang sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi.
Kemampuan lensa menjadi point penting dalam pengambilan foto makro, tetapi dengan hanya menggunakan kamera ponsel atau gadget anda, anda dapat juga membuat foto makro. Contoh foto makro yang diambil dengan menggunakan kamera gadget ada pada blog saya ini, beberapa diantaranya adalah foto : semut-semut pemanjat, bunga palsu, dan pelangi di batang pohon.
Untuk bisa mendapatkan foto makro dengan menggunakan kamera gadget sebenarnya bisa dilakukan dengan  beberapa cara, anda bisa menggunakan kaca pembesar, lensa dari kamera analog bekas, dan menggunakan lensa makro khusus untuk kamera gadget yang sekarang sudah beredar di pasaran.
Saya sendiri baru mencoba satu dari ketiga cara di atas yaitu dengan menggunakan kaca pembesar dikarenakan kemampuan saya untuk menghadirkan alat bantuan pembuatan foto makro masih sebatas bisa menghadirkan lensa pembesar.
Saya membeli sebuah lensa  pembesar di salah satu toko alat tulis seharga 40 ribuan, jika anda ingin membeli juga cari lensa pembesar yang besar lensanya bisa mengcover lensa dari kamera gadget anda, hal ini dimaksudkan agar pada saat pengambilan gambar anda bisa mengambil semua gambar tanpa terhalangi oleh rangka pinggiran lensa pembesar tersebut. Selain itu, jika anda ingin mendapatkan pembesaran yang lebih maka cari juga lensa pembesar yang memiliki kemampuan pemebesaran yang lebih.
untuk pengambilan gambarnya, ini yang saya lakukan :
  • Saya menggunakan gadget dengan operating system android, saya mengambil gambar dengan menggunakan aplikasi “Camera FV-5″, untuk gadget lain silahkan buat  pengaturan yang mirip dengan pengaturan pada aplikasi saya ini : aktifkan menu makro (gambar bunga) dan mode anti getaran (hal ini dimaksudkan untuk membantu pengambilan gambar agar tidak goyang)
  • Tempelkan kaca pembesar pada lensa kamera gadget anda, usahakan minimal celah antara keduanya.
  • Dekati target foto anda sedekat mungkin, atur fokusnya sehingga gambar lebih jernih (ini bagian yang sulitnya, terutama pada target foto yang bergerak)
  • Pada saat klik tombol capture usahakan minimalisir gerakan tangan anda agar foto tidak menjadi goyang.
Demikian kira-kira tips mengambil foto makro menggunakan kamera gadget dengan bantuan kaca pembesar, semoga bermanfaat dan selamat berkarya

Incoming search terms:

  • cara menggunakan camera fv-5
  • lensa pembesar
  • membuat foto macro menggunakan aplikasi camera fv5
  • kamera kaca pembesar
  • foto makro menggunakan kaca pembesar
  • kaca pembesar buat lensa macro
  • cara membuat lensa makro dengan kaca pembesar
  • macro dengan kaca pembesar
  • macro menggunakan kaca pembesar
  • membuat lensa makro dari kaca pembesar

Macam-macam Teknik Pengambilan Sampel

Jenis-jenis teknik pengambilan Sampel


1)  Teknik sampling secara probabilitas
Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi  sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.

Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.
a) Teknik sampling secara rambang sederhana atau random sampling. Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah  dengan undian.

b) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling). Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi.

c) Teknik sampling secara rambang proporsional (proporsional random sampling). Jika populasi terdiri dari subpopulasi-subpopulasi maka sample penelitian diambil dari setiap subpopulasi. Adapun cara peng-ambilannya  dapat dilakukan secara undian maupun sistematis.

d) Teknik sampling secara rambang bertingkat. Bila subpoplulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat, cara pengambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proportional.

e) Teknik sampling secara kluster (cluster sampling) Ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi  yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah, berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. Teknik pengambilan sample semacam ini disebut cluster sampling atau multi-stage sampling.
 
2) Teknik sampling secara nonprobabilitas.
Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti atau menurut pertimbangan pakar. Beberapa jenis atau cara penarikan sampel secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut.

a) Purposive sampling   atau  judgmental sampling  Penarikan sampel secara purposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang dietapkan peneliti. 


b) Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju).
Penarikan sample pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama, sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju. 

c) Quota sampling (penarikan sample secara jatah). Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.

d) Accidental sampling  atau convenience sampling Dalam penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel yang tidak direncanakan terlebih dahulu, melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan.

4. Penentuan Jumlah Sampel 


Bila jumlah populasi dipandang terlalu besar,  dengan maksud meng-hemat waktu, biaya, dan tenaga, penelitili tidak meneliti seluruh anggota populasi. Bila peneliti bermaksud meneliti sebagian dari populasi saja (sampel), pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa jumlah sampel yang memenuhi syarat. Ada hukum statistika dalam menentukan jumlah sampel, yaitu semakin besar jumlah sampel semakin menggambarkan keadaan populasi (Sukardi, 2004 : 55).

Selain berdasarkan ketentuan di atas perlu pula penentuan jumlah sampel dikaji dari karakteristik populasi. Bila populasi bersifat  homogen maka tidak dituntut sampel yang jumlahnya besar. Misalnya saja dalam pemeriksaan golongan darah.  Walaupun pemakaian jumlah sampel yang besar sangat dianjurkan, dengan pertimbangan adanya berbagai keterbatasan pada peneliti, sehingga peneliti berusaha mengambil sampel minimal dengan syarat dan aturan statistika tetap terpenuhi sebagaimana dianjurkan oleh Isaac dan Michael (Sukardi, 2004 : 55). Dengan menggunakan rumus tertentu (lihat Sukardi, 2004 : 55-56), Isaac dan Michael memberikan hasil akhir jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 – 100.000.. 
 

Saturday, 31 May 2014

Daftar SMA Terbaik Dan Terfavorit diseluruh Indonesia

Daftar SMA Paling Favorit Di Indonesia


Sekolah menengah atas (Senior High School), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat).Prestasi sebuah SMA bisa dilihat dari prosentasi jumlah kelulusannya masuk perguruan tinggi negeri favorit, prestasi keilmuannya, prestasi olahraga dan seni atau berbagai prestasi dan penghargaan di kancah nasional dan internasional.
Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Pada tahun kedua (yakni kelas 11), siswa SMA dapat memilih salah satu dari 3 jurusan yang ada, yaitu Sains, Sosial, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan SMA dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.
Pelajar SMA umumnya berusia 16-18 tahun. SMA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah – yakni SD (atau sederajat) 6 tahun dan SMP (atau sederajat) 3 tahun – maskipun sejak tahun 2005 telah mulai diberlakukan program wajib belajar 12 tahun yang mengikut sertakan SMA di beberapa daerah, contohnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
SMA diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan SMA negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, SMA negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.

SMA Terbaik di Indonesia. Versi Depdiknas

  1. SMAN 3 Semarang
  2. SMA Taruna Nusantara Magelang http://taruna-nusantara-mgl.sch.id
  3. SMAN 1 Denpasar http://sman1dps.sch.id
  4. SMAS Sutomo 1 Medan (Berprestasi Akademik dan Olahraga): http://sutomo-mdn.sch.id
  5. SMAN 1 Bogor http://sman1bogor.sch.id
  6. SMAN Plus Riau : http://smanpluspropriau.com SMAN 3 Bandung http://sman3-bdg.net
  7. SMAN 3 Malang http://sman3malang.sch.id
  8. SMAN 1 Yogyakarta http://sman1teladan-yog.sch.id
  9. SMAN 8 Jakarta http://smun8.net
  10. SMAN 5 Surabaya http://sma5-sby.net
  11. SMAN 10 Samarinda http://sma10me-lati.com
  12. SMAS Lokon Sulawesi Utara http://smalokon.com

Beberapa SMA Favorit lainnya di Indonesia

  • SMA Taruna Nusantara, Magelang
  • SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta
  • MAN Insan Cendekia, Serpong
  • SMAN 5 Bandung
  • SMAN 4 Yogyakarta
  • SMA Karangturi, Semarang
  • SMA Kusuma Bangsa, Palembang
  • SMAN 8 Yogyakarta
  • SMA Regina Pacis, Bogor
  • SMA BOPKRI 1 Yogyakarta
  • SMA Santo Petrus, Pontianak
  • SMAN 1 Surakarta
  • SMAN 3 Padmanaba, Yogyakarta
  • SMAN 70 Jakarta
  • SMA Titian Teras, Jambi
  • SMA Taruna Bumi Khatulistiwa, Pontianak
  • SMA Kolese Loyola, Semarang
  • SMA Global Mandiri, Bogor
  • SMA Don Bosco II
  • SMAN 81 Jakarta
  • SMA LabSchool, Jakarta
  • SMA Sutomo 1, Medan
  • SMAN 78 Jakarta
  • SMA Santa Ursula, Jakarta
  • SMAN Modal Bangsa, Kuto Baro, NAD
  • SMAK 3 BPK Penabur, Jakarta
  • SMAN Plus Pekanbaru
  • SMA Islam Al Azhar 1, Jakarta
  • SMA Kolese Kanisius, Jakarta
  • SMAN 1 Medan
  • SMAN 68 Jakarta
  • SMA Xaverius 1 Palembang
  • SMAK 5 BPK Penabur, Jakarta
  • SMAN 28 Jakarta
  • SMAN 13 Jakarta
  • SMA Pelita Harapan
  • SMA IPEKA, Jakarta
  • SMAN 1 Padang
  • SMA Semesta, Semarang
  • SMAN 3 Malang
  • SMAN 1 Denpasar
  • SMAN 1 Singaraja
  • SMA Aloysius 1 Bandung
  • SMA Santa Theresia
  • SMA Fons Vitae 1
  • SMA Kolese DeBritto, Yogyakarta
  • SMA Krida Nusantara, Bandung
  • SMAN 1 Bogor
  • SMA Plus Matauli, Sibolga
  • SMAN 1 Magelang
  • SMAN 1 Purwokerto
  • SMAN 1 Gresik
  • SMAN 61 Jakarta
  • SMA Katolik Rajawali, Makassar
  • SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon
  • MAN Insan Cendekia, Gorontalo
  • SMAK 1 Petra, Surabaya
  • SMAN 1 Balikpapan
  • SMAN 1 Banjarmasin
  • SMAN 17 Makassar
  • SMAN 1 Cilacap
  • SMA Pribadi, Depok
  • SMAN Plus 17 Palembang
  • SMAN 1 Palembang